BERITAMU.ID – Surabaya, 17 April 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar N. Karbala bersama jajaran di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/4) malam. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pemerataan teknologi sekaligus mendorong pelaku UMKM agar adaptif terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Dalam pertemuan itu, Khofifah menegaskan bahwa langkah Pemprov Jatim selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah daerah berperan aktif dalam mempercepat transformasi digital UMKM, meningkatkan literasi digital masyarakat, serta memperluas akses pasar berbasis teknologi.
“Selaras dengan arahan Presiden, Jawa Timur siap mengimplementasikan berbagai program pusat, khususnya dalam mendukung digitalisasi UMKM,” ujar Khofifah.
Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah sehingga perlu didorong untuk memanfaatkan teknologi digital, termasuk AI, guna meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, serta membuka peluang pasar baru.
“Pelaku UMKM perlu belajar beradaptasi dengan teknologi AI untuk meningkatkan daya saing. Ini penting agar mereka bisa berkembang dan naik kelas,” tambahnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemprov Jatim juga mendukung pelaksanaan AIM ASEAN Roadshow Surabaya bertema “UMKM Naik Kelas di Era Kecerdasan Buatan (AI)”. Kegiatan tersebut akan melibatkan pelaku UMKM dan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas usaha.
Khofifah menekankan, peran pemerintah sangat strategis dalam meningkatkan literasi digital masyarakat, sekaligus melindungi dari potensi penyalahgunaan teknologi seperti penipuan berbasis AI. Ia juga mendorong UMKM, khususnya skala mikro dan kecil, untuk memanfaatkan teknologi dalam memahami pasar dan menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif.
Selain itu, Khofifah meminta keterlibatan aktif talenta muda dari program Millennial Job Center (MJC) dalam kegiatan serupa ke depan. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan keterampilan (upskilling) generasi muda agar mampu membantu pelaku UMKM mengadopsi teknologi AI secara aplikatif.
Sementara itu, Tiar N. Karbala menjelaskan bahwa AIM ASEAN Roadshow merupakan program yang digelar di berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini, pihaknya akan memperluas jangkauan pemerataan teknologi, termasuk di Jawa Timur yang dinilai memiliki potensi besar di sektor UMKM.
“Setelah sebelumnya kami menginisiasi program Seratus Ribu Sultan Muda di Sumatera Selatan, kini kami fokus ke Jawa Timur yang memiliki kekuatan besar di sektor UMKM,” ujarnya.
Ia optimistis pemanfaatan teknologi AI dapat mendorong lahirnya wirausahawan baru yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta meningkatkan daya saing UMKM secara signifikan.
“Kami ingin UMKM di Jawa Timur bisa merasakan manfaat teknologi secara langsung, sekaligus menciptakan ekosistem kewirausahaan yang lebih modern dan inovatif,” pungkasnya. (FPE)



