BisnisEkonomiPemerintahan

Gubernur Khofifah: Sinergi Pemerintah Pusat dan Jatim Hadirkan Bantuan Nyata bagi Ojol dan Nelayan

385
×

Gubernur Khofifah: Sinergi Pemerintah Pusat dan Jatim Hadirkan Bantuan Nyata bagi Ojol dan Nelayan

Share this article

BERITAMU.IDGRESIK, 16 JULI 2016 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan menyalurkan ratusan paket sembako kepada pengemudi ojek daring (ojol), nelayan, dan masyarakat rentan dalam Gerakan Hari Jaminan Ketahanan Pangan (Hajatan) yang digelar di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Rabu (15/7).

Berkolaborasi dengan PT. Petrokimia Gresik, total 600 paket sembako dibagikan kepada 200 orang Ojek Online (Ojol) dan 400 orang masyarakat dan nelayan yang tinggal disekitar Petrokimia. Adapun setiap paket sembako berisi beras SPHP 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan tepung terigu 1 kilogram.

Dalam keterangannya, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen bersama pemerintah pusat dan Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas pangan serta meringankan beban ekonomi masyarakat rentan.

“Hari ini kami bersama Pak Menko Zulhas dan beberapa Menteri Kabinet Merah Putih menyalurkan langsung bantuan sembako kepada ojol, nelayan dan masyarakat di sekitar Petro Gresik. Ini jadi bukti keberseiringan pemerintah pusat dan provinsi guna intervensi terhadap kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Khofifah.

Gubernur Khofifah melanjutkan, adanya kegiatan ini juga merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan akses pangan tetap terjangkau. Langkah intervensi ini dinilai sangat krusial, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

Bukan tanpa alasan, para pekerja sektor informal seperti ojol merupakan kelompok yang memiliki kerentanan terhadap perubahan harga barang. Pola pendapatan yang tidak menentu, sangat bergantung pada penghasilan harian dari menarik penumpang dan mengantar pesanan, membuat mereka membutuhkan jaring pengaman sosial yang tangguh.

See also  Gubernur Khofifah: Jasa Konstruksi Berperan Strategis Ciptakan Lapangan Kerja dan Daya Saing Daerah

“Saat ini yang diperlukan adalah kepekaan sosial utamanya bahwa fluktuasi harga kebutuhan pokok dapat langsung berdampak pada kesejahteraan keluarga mereka, para ojol nelayan dan masyarakat yang tergolong rentan,” jelas Khofifah.

Oleh karena itu, Khofifah juga menekankan bahwa sinergi lintas sektor antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Pemerintah Provinsi, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Petrokimia Gresik serta dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi kunci utama.

Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa seluruh bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh para penerima. Lebih dari itu, karena digelar di berbagai daerah di Indonesia, ia berharap juga akan berdampak pada stabilitas harga bahan pokok secara nasional.

“Uang yang sedianya dialokasikan untuk membeli beras, minyak, dan gula, kini dapat dialihkan untuk kebutuhan mendesak lainnya, seperti biaya pendidikan anak atau perawatan kendaraan,” pungkasnya.

Sementara itu, Menko Pangan RI Zulkifli Hasan mengapresiasi gerak cepat dan kekompakan jajaran Pemprov Jatim serta PT Petrokimia Gresik dalam mengawal agenda ketahanan pangan ini. Menurutnya, Jawa Timur selalu menjadi barometer nasional dalam keberhasilan menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi pangan.

“Lewat kegiatan Hajatan ini, kita ingin semuanya makmur, semuanya senang. Terima kasih atas kolaborasi dari seluruh pihak yang telah sangat memperhatikan kesejahteraan masyarakat Gresik khususnya,” pungkasnya. (QMC)