BERITAMU.ID – *SURABAYA, 17 SEPTEMBER 2026* – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa takziah dan menyampaikan duka atas wafatnya Imam Soeparno, salah satu warga Jawa Timur yang menjadi korban musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembu, Kamis (17/9).
Bersama Kadinsos Prov Jatim dan Kalaksa BPBD, Gubernur Khofifah menyerahkan santunan ke rumah duka yang berlokasi di Jalan Sememi Jaya Gang 4 Nomor 62 RT 03/RW 01, Kelurahan Benowo, Kecamatan Sememi, Surabaya.
Disambut langsung oleh keluarga almarhum, kedatangan Gubernur Khofifah memberikan penguatan di tengah kesedihan yang dirasakan atas musibah yang terjadi.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum Bapak Imam Soeparno, salah satu korban tenggelamnya KM Virgo di wilayah Masalembu,” ujarnya.
Gubernur Khofifah mendoakan agar seluruh dosa dan kekhilafan almarhum mendapatkan ampunan dari Allah SWT, seluruh amal ibadahnya diterima serta almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.
“Semoga seluruh khilafnya diampuni oleh Allah SWT, amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, dan beliau dipanggil dalam keadaan husnul khatimah. Amin,” tuturnya.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah mengatakan proses investigasi laka laut tersebut kini sedang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Proses akan terus dilakukan terutama untuk mengetahui secara menyeluruh kronologi maupun faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan.
Di sisi lain, Pemprov Jatim terus melakukan pendataan dan pendampingan terhadap warga Jawa Timur yang menjadi korban dalam musibah KM Virgo.
“Untuk warga Jawa Timur yang sudah teridentifikasi wafat, Bu Kadinsos beserta tim akan melanjutkan takziah kepada keluarga korban,” katanya.
Ia menjelaskan, jajaran Pemprov Jatim akan melakukan takziah ke sejumlah daerah dan lokasi keluarga korban.
Langkah tersebut, lanjut Khofifah, merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Pemprov Jatim untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban yang sedang menghadapi masa duka.
Pada saat yang sama, Gubernur Khofifah berharap seluruh proses evakuasi korban yang masih berlangsung dapat berjalan lancar.
Ia juga berharap proses pencarian dan evakuasi dapat memberikan kepastian serta kabar bagi keluarga penumpang KM Virgo yang hingga kini masih menantikan informasi mengenai anggota keluarganya.
“Tentu kita berharap seluruh proses evakuasi yang masih terus dilakukan semuanya berjalan lancar dan bisa memberikan kabar baik bagi keluarga, terutama yang anggota keluarganya mengikuti pelayaran KM Virgo beberapa hari yang lalu,” harapnya.
Saat bertemu dengan keluarga almarhum, Gubernur Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim akan terus membangun komunikasi dan memberikan pendampingan semaksimal mungkin kepada keluarga almarhum, khususnya terkait keberlanjutan pendidikan anak-anak keluarga yang ditinggalkan.
Khofifah menyebut, terdapat cucu almarhum yang masih membutuhkan akses pendidikan yakni Rafha Ivander Adinata usia 17 Tahun dan Rakha Putra Novianto Usia 19 Tahun.
Saat berdialog dengan keluarga, Gubernur Khofifah menyampaikan adanya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT).
“Ketika tadi saya menyampaikan bisa ke Sekolah Rakyat Terintegrasi, rupanya belum terkonfirmasi bagaimana cara mengaksesnya. Oleh karena itu, nanti Bu Kadinsos saya minta timnya mengantarkan kedua anak ini untuk melihat terlebih dahulu seperti apa Sekolah Rakyat Terintegrasi,” terangnya.
Nantinya, setelah mendapatkan informasi dan melihat langsung lingkungan sekolah, kedua anak tersebut dapat segera mengikuti proses pembelajaran di SRT yang berada di wilayah Surabaya, mengingat keduanya berdomisili di Kota Surabaya.
“Mudah-mudahan kedua ananda ini segera bisa mengikuti proses pembelajaran. Karena tinggal di Surabaya, maka kita arahkan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Surabaya,” katanya.
Selain memastikan keberlanjutan pendidikan,
Khofifah juga membuka akses penguatan ekonomi bagi keluarga almarhum melalui Baznas Jawa Timur.
Nantinya, keluarga almarhum bisa mendapatkan bantuan usaha dari Baznas Jatim berupa rombong serta program zakat yang dapat membantu menambah sumber pendapatan keluarga.
“Saya juga menyampaikan kepada Bu Novi, sebenarnya ada akses ke Baznas Jawa Timur untuk bisa menambah sumber income keluarga. Ada rombong, ada zakat, dan seterusnya,” jelasnya.
Menurut Khofifah, silaturahmi tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan, baik dalam aspek pendidikan maupun penguatan ekonomi.
“Jadi saya rasa yang kita silaturahimkan pada hari ini cukup banyak. Selain kami melakukan takziah, kami juga berupaya memastikan ada pendampingan untuk keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya.
Sementara itu salah satu perwakilan keluarga korban, Elvira menyampaikan terima kasihnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan Gubernur Khofifah atas musibah yang dialami keluargnya.
Ia menyebut adik-adiknya akan dibantu Gubernur Khofifah untuk dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Terima kasih buat Ibu Gubernur karena sudah membantu keluarga kakek kami, terima kasih banyak atas bantuannya, adik-adik saya mau dimasukkan ke sekolah yang layak, karena sebelumnya kan tinggal jauh dari orang tua,” kata Elvira. (ZSR)



