Bisnis

Safety Forum 2026 Digelar, Terminal Teluk Lamong Perkuat Kepemimpinan Keselamatan Kerja

350
×

Safety Forum 2026 Digelar, Terminal Teluk Lamong Perkuat Kepemimpinan Keselamatan Kerja

Share this article

BERITAMU.IDSurabaya — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menggelar Safety Forum 2026 bertajuk Safety Improvement Program pada 10–12 Maret 2026 sebagai langkah memperkuat implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sekaligus meningkatkan budaya keselamatan operasional di lingkungan terminal.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 65 peserta yang berasal dari TPK Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam. Para peserta merupakan pekerja yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan keselamatan operasional di area terminal, mulai dari shift manager, operator alat berat, foreman hingga petugas keamanan.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk melahirkan berbagai gagasan serta program konkret dalam memperkuat sistem K3 di lingkungan terminal.

“Melalui forum ini kami berharap lahir berbagai ide, masukan, dan program yang dapat semakin memperkuat implementasi K3 di Terminal Teluk Lamong. Kami juga ingin memastikan seluruh pihak, baik internal maupun eksternal, semakin memahami pentingnya penerapan standar keselamatan di area operasional pelabuhan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi penerapan reward and punishment dalam implementasi keselamatan kerja. Selain itu, setiap terminal diharapkan terus memperkuat program safety induction bagi seluruh pekerja maupun pihak eksternal yang memasuki area operasional.

Safety Forum 2026 turut dihadiri sejumlah pimpinan di lingkungan Pelindo Group, di antaranya Direktur Manajemen Risiko PT Pelabuhan Indonesia Boy Robyanto yang hadir secara daring, Direktur Utama PT Pelindo Terminal Petikemas M. Adji, serta Direktur Operasi PT Pelindo Terminal Petikemas Muarip, bersama jajaran manajemen Terminal Teluk Lamong.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Operasi PT Pelindo Terminal Petikemas, Muarip, menegaskan bahwa alat berat yang digunakan dalam operasional pelabuhan memiliki potensi risiko yang sangat tinggi apabila tidak dikelola dengan standar keselamatan yang ketat.

See also  Hubungan Indonesia-Yordania Menguat: Peluang Ekonomi, Investasi, dan Kerja Sama Terbuka.

“Peralatan operasional di pelabuhan memiliki tingkat risiko yang tinggi. Oleh karena itu, forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga menghasilkan temuan, ide, serta rekomendasi yang dapat diterapkan untuk memperkuat sistem keselamatan kerja di lingkungan Pelindo Group,” kata Muarip.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia, forum ini juga menghadirkan sejumlah narasumber yang berbagi pengalaman serta praktik terbaik dalam pengelolaan K3 di sektor kepelabuhanan.

Melalui sharing session, diskusi kelompok, dan observasi lapangan, para peserta diajak mengidentifikasi berbagai potensi risiko keselamatan yang masih ditemukan di area operasional. Hal tersebut mencakup unsafe behavior maupun unsafe condition yang berpotensi memicu kecelakaan kerja apabila tidak ditangani secara sistematis.

Pelaksanaan Safety Forum 2026 ini menjadi bagian dari komitmen TTL dalam meningkatkan standar keselamatan operasional pelabuhan, terutama di tengah kompleksitas operasional terminal peti kemas yang melibatkan aktivitas bongkar muat, pergerakan alat berat, kendaraan operasional, serta interaksi intensif antara manusia dan mesin di area terminal.

Melalui forum ini, perusahaan menargetkan sejumlah capaian strategis, antara lain menurunkan angka kecelakaan kerja menuju zero accident, mengurangi tindakan tidak aman terutama yang melibatkan pengemudi truk di area terminal, serta memperkuat safety leadership pada level supervisor hingga manajerial.

Selain itu, Terminal Teluk Lamong juga mendorong penerapan Behavior Based Safety (BBS) sebagai pendekatan untuk membangun budaya keselamatan kerja yang lebih kuat dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pencapaian zero fatality serta menurunkan secara signifikan Total Recordable Incident Rate (TRIR) di lingkungan operasional Terminal Teluk Lamong. (KXA)