PemerintahanPendidikanTechnology

Wagub Emil Ungkap Strategi Jatim Perkuat Green Jobs untuk Hadapi Transformasi Ekonomi

222
×

Wagub Emil Ungkap Strategi Jatim Perkuat Green Jobs untuk Hadapi Transformasi Ekonomi

Share this article

BERITAMU.IDJakarta, 2 September 2026 Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong bahwa transformasi ekonomi hijau harus mampu menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan berkualitas bagi masyarakat.

“Green Jobs menjadi bagian penting dari arah pembangunan Jawa Timur yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2026, di Kantor Bappenas RI, Jakarta, Rabu (2/9).

Wagub Emil menyambut baik pelaksanaan Program Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (Gesit) yang berkolaborasi antara Kementrian Bappenas RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker RI) merujuk pada atau Pekerjaan Hijau untuk Inklusi Sosial dan Transformasi Berkelanjutan.

Wagub menjelaskan, bawah Jatim bersama Riau ditunjuk oleh Bappenas RI melaksanakan Program Gesit yang juga merupakan inisiatif kerja sama antara pemerintah Indonesia (melalui Bappenas dan Kemnaker) dengan pemerintah Jerman (melalui GIZ) untuk periode Januari 2024 hingga Juni 2028.

Menurutnya, Program Gesit memberikan kontribusi penting dalam memetakan kebutuhan keterampilan (skill) tenaga kerja yang diperlukan untuk menjawab perkembangan ekonomi hijau sekaligus memastikan kesiapan sumber daya manusia di Jawa Timur menghadapi transformasi dunia kerja.

“Melalui program ini kita memetakan apa saja kebutuhan skill yang harus disiapkan secara proaktif oleh Dinas Tenaga Kerja,” ujarnya.

Wagub Emil mengatakan, salah satu hal yang diapresiasi dari Program Gesit adalah cakupan pengembangan kompetensi yang tidak hanya menyasar tenaga kerja dengan latar belakang akademis tingkat tinggi, tetapi juga memperkuat pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Kami berterima kasih program ini bukan saja menyasar yang sifatnya akademis tingkat tinggi, tetapi juga vokasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wagub Emil menyampaikan bahwa hasil pemetaan kebutuhan green jobs melalui Program Gesit telah mulai diarusutamakan dalam dokumen perencanaan pembangunan Jawa Timur.

See also  Tak Kuasa Menangis, Khofifah Dapat Kejutan Kehadiran Guru Lama di Panggung HGN 2025

Wagub Emil menjelaskan, bahwa kebutuhan pengembangan kompetensi tersebut telah diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jawa Timur Tahun 2027.

Green Jobs telah tertuang dalam RKPD 2026 yang menegaskan penerapan ekonomi hijau melalui keseimbangan economic output, environmental output, dan job output.

Langkah ini dinilai penting agar hasil kajian tidak berhenti pada pemetaan dan rekomendasi, namun dapat diterjemahkan menjadi program konkret.

“Di Jawa Timur vokasi kami sudah mengintegrasikan ini ke dalam RKPD 2027. Karena ini merupakan dokumen perencanaan, kami betul-betul mengarusutamakan apa yang menjadi temuan dari kajian Gesit ini ke dalam sebuah tindakan nyata melalui program-program kita,” katanya.

Wagub Emil menegaskan, Pemprov Jatim akan terus mendorong agar hasil green jobs mapping dapat memberikan manfaat langsung bagi penguatan program ketenagakerjaan dan pendidikan vokasi di daerah.

Menurutnya, sejumlah program strategis seperti Balai Latihan Kerja (BLK), program vokasi SMK, serta berbagai program di lingkungan Dinas Tenaga Kerja Jatim akan menjadi bagian penting dalam menyiapkan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan ekonomi hijau.

“BLK-BLK kami, program SMK kami, program-program di Dinas Tenaga Kerja kami tentu akan sangat merasakan manfaat dari green jobs mapping yang dilakukan melalui Program Gesit ini,” tutupnya.

Dalam paparannya, Emil menjelaskan bahwa komitmen Jawa Timur terhadap Green Jobs telah terintegrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Mulai dari RPJPD Jawa Timur 2025–2045 yang menempatkan penerapan ekonomi hijau sebagai arah pembangunan jangka panjang, RPJMD Jawa Timur 2025–2029 yang mengusung ekonomi hijau dan biru.

“Green Jobs bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan strategi pembangunan untuk memastikan transformasi ekonomi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui ketersediaan pekerjaan yang berkualitas sekaligus menjaga keberlanjutan bumi,” ungkapnya.

See also  Job-Scam Makin Ganas! DPR Bongkar Modus Baru yang Jebak Ribuan Pencari Kerja Indonesia

Saat ini, Pemprov Jatim membangun ekosistem Green Jobs melalui rantai kebijakan yang menyelaraskan kebutuhan industri dengan pengembangan sumber daya manusia.

Penyelarasan tersebut menjadi fondasi agar tenaga kerja Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan keterampilan baru pada sektor-sektor ekonomi hijau.

Wagub Emil juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menciptakan Green Jobs.

Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan membutuhkan sinergi bersama dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi, pekerja, komunitas, serta mitra pembangunan agar transisi menuju ekonomi hijau berjalan adil dan membuka peluang kerja yang luas.

Wagub Emil memaparkan terdapat konsep Lima Mesin Green Jobs sebagai kerangka penggerak penciptaan pekerjaan hijau di Jawa Timur.

“Lima mesin green jobs didukung oleh kebijakan pembangunan, penguatan industri, peningkatan kompetensi SDM, serta keterhubungan antara kebutuhan dunia kerja dan transformasi ekonomi berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut Emil memandang Green Jobs berperan sebagai instrumen untuk memastikan pembangunan ekonomi mampu berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Green Jobs adalah cara memastikan transformasi ekonomi bekerja untuk manusia dan bumi. Jawa Timur siap memperkuat kolaborasi pemerintah, industri, pendidikan, pekerja, komunitas, dan seluruh mitra pembangunan untuk membangun ekonomi hijau yang inklusif,” pungkasnya.

Menteri Bappenas RI Rachmat Pambudy mengungkapkan, saat ini dunia dihadapkan pada perubahan paradigma, terutama dalam sektor energi.

Paradigma yang sebelumnya bergantung pada energi fosil kini mulai bergeser menuju energi yang semakin hijau dan berkelanjutan.

Transisi energi tersebut lanjutnya, akan membutuhkan semakin banyak green jobs atau lapangan kerja hijau.

Ini bukan hanya menjadi tantangan, tetapi juga merupakan kesempatan besar yang harus kita tangkap dan persiapkan bersama.

Ia memandang, peluang green jobs ke depan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Indonesia, tetapi juga untuk mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja hijau di tingkat global.

See also  Gubernur Jatim Khofifah Borong Dua Penghargaan Nasional Disway Top Regional Leader Awards 2026

Karena itu, kita mengajak seluruh pihak untuk terlibat dan berkolaborasi dalam menyiapkan ekosistem green jobs.

Indonesia seharusnya dan sudah semestinya menjadi salah satu negara yang paling siap dalam menyediakan tenaga kerja hijau yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

“Bersama pemerintah Jerman, kita akan mempersiapkan hal ini secara lebih intensif, sistematis, dan terorkestrasi dengan baik. Roadmap green jobs ini akan menjadi acuan lintas kementerian dan lembaga menyiapkan tenaga kerja hijau tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi agenda bersama yang terintegrasi,” tegasnya.

“Kita tidak hanya ingin menyiapkan green jobs untuk kebutuhan Indonesia, tetapi juga mengambil bagian dalam menyiapkan tenaga kerja hijau yang dapat berkontribusi bagi dunia, menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan,” tutupnya.

Selain Wagub Emil, hadir menjadi Narasumber yakni Direktur of Human Resource Coorporate PT. Alkindo Naratama Rahmat Yulianto dan Presiden Director PT. Siemens Energy Indonesia Andilo Harahap. (NTA)