Umum

Perkuat Kolaborasi, Terminal Teluk Lamong Dorong Transformasi Layanan Logistik Jawa Timur

319
×

Perkuat Kolaborasi, Terminal Teluk Lamong Dorong Transformasi Layanan Logistik Jawa Timur

Share this article

BERITAMU.IDSURABAYA, 12 Juni 2026 – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat perannya sebagai simpul penting rantai pasok nasional dengan membangun kolaborasi strategis bersama pelaku usaha logistik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Forum Diskusi Strategis bersama Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur yang digelar pada Rabu (10/6).

Forum ini menjadi wadah dialog konstruktif antara operator terminal dan pelaku usaha logistik guna membahas berbagai strategi peningkatan efisiensi layanan, penguatan daya saing logistik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan Indonesia.

Dalam forum tersebut, jajaran manajemen TTL bersama pengurus DPW ALFI/ILFA Jawa Timur membahas berbagai tantangan industri logistik sekaligus mengevaluasi sejumlah transformasi layanan yang telah diterapkan perusahaan.

Sebagai salah satu terminal petikemas modern terbesar di Indonesia Timur, TTL mencatat arus petikemas konsolidasi mencapai 2,19 juta TEUs sepanjang 2025. Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan pengguna jasa sekaligus memperkuat posisi Terminal Teluk Lamong sebagai salah satu gerbang utama perdagangan domestik dan internasional.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, memaparkan berbagai inovasi yang telah dijalankan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Salah satunya adalah implementasi Truck Booking System (TBS) Stage 2 sejak Maret 2026 yang mengatur kedatangan truk berdasarkan slot operasional empat jam.

Melalui sistem tersebut, distribusi arus kendaraan menjadi lebih merata sehingga mampu mengoptimalkan utilisasi peralatan terminal serta mengurangi potensi kepadatan di area gerbang dan lapangan penumpukan.

Selain itu, TTL juga menghadirkan Green Shelter Waiting Area yang mampu menampung hingga 66 truk. Fasilitas ini dilengkapi mushola, toilet, klinik, ruang induksi keselamatan, serta minuman gratis untuk mendukung kenyamanan para pengemudi selama menunggu jadwal pelayanan.

See also  TasteAtlas Nobatkan Pecel sebagai 7 Salad Terbaik Dunia, Gubernur Khofifah: Warisan Budaya yang Mendunia

Tidak hanya itu, guna mengantisipasi pertumbuhan arus petikemas, TTL secara berkelanjutan melakukan optimalisasi kapasitas lapangan penumpukan melalui pengembangan tata letak yard yang lebih efektif. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan pemanfaatan area terminal sekaligus mempercepat arus barang dan menekan dwelling time.

Dalam kesempatan tersebut, DPW ALFI/ILFA Jawa Timur turut menyampaikan sejumlah masukan konstruktif, mulai dari penyempurnaan pengaturan slot Truck Booking System, optimalisasi kebijakan toleransi waktu kedatangan truk, penyampaian informasi Yard Occupancy Ratio (YOR), pengembangan sistem notifikasi bagi pengguna jasa, hingga percepatan proses pemeriksaan fisik dan dokumen impor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menegaskan bahwa seluruh masukan akan menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan perusahaan.

“Terima kasih atas seluruh masukan yang diberikan. Bagi kami, customer adalah konsultan terbaik. Seluruh usulan akan kami tindak lanjuti melalui kajian dan evaluasi bersama stakeholder terkait agar implementasinya dapat berjalan efektif, memberikan manfaat bagi pengguna jasa, serta tetap selaras dengan kebutuhan operasional dan kebijakan yang berlaku,” ujar David.

Ia menambahkan, transformasi layanan logistik yang berkelanjutan membutuhkan sinergi kuat antara operator terminal, regulator, pelaku usaha logistik, perusahaan pelayaran, hingga asosiasi pengguna jasa.

“Kolaborasi dan masukan dari ALFI/ILFA memiliki nilai strategis bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang mampu meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat daya saing pelabuhan, dan memberikan nilai tambah bagi dunia usaha maupun perekonomian nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPW ALFI/ILFA Jawa Timur, Sebastian Wibisono, mengapresiasi langkah strategis yang telah dilakukan PT Terminal Teluk Lamong dalam meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan dan logistik.

Menurutnya, keterbukaan manajemen TTL dalam menerima masukan dari pelaku usaha menjadi modal penting untuk menciptakan perbaikan layanan secara berkelanjutan.

See also  Aksi Penikaman di Bandara Kei Tewaskan Ketua Golkar, Polisi Ungkap Motif Lama

“Kami melihat komitmen nyata dari PT Terminal Teluk Lamong dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, mulai dari implementasi Truck Booking System, penyediaan Green Shelter Waiting Area, hingga optimalisasi kapasitas lapangan penumpukan. Forum seperti ini sangat penting untuk terus dilaksanakan secara berkala sebagai sarana evaluasi dan koordinasi bersama. Dengan kolaborasi yang semakin erat, kami optimistis ekosistem logistik Jawa Timur akan semakin tangguh, kompetitif, dan mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Sebastian.

Forum diskusi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan PT Terminal Teluk Lamong dalam membangun ekosistem logistik yang semakin terintegrasi, efisien, dan berdaya saing tinggi melalui kolaborasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan. (DEX)