Umum

PT Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan Gold TJSL & CSR Awards 2026, Dorong Kemandirian Ekonomi Nelayan Pesisir

371
×

PT Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan Gold TJSL & CSR Awards 2026, Dorong Kemandirian Ekonomi Nelayan Pesisir

Share this article

BERITAMU.ID – JAKARTA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menorehkan prestasi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Anak perusahaan BUMN ini meraih TJSL & CSR Awards 2026 kategori Gold atas program pemberdayaan nelayan melalui Pengembangan Kelompok Budidaya Kepiting Soka.

Penghargaan tersebut diterima pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Hotel Bidakara, Jakarta. Ajang TJSL & CSR Awards 2026 tahun ini mengusung tema “Transisi TJSL Menuju ESG Rating dan Creating Shared Value”.

Tema tersebut mencerminkan transformasi praktik TJSL yang tidak lagi sebatas menjalankan program sosial, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis berkelanjutan. Implementasi TJSL juga semakin diarahkan untuk memperkuat penerapan ESG, reputasi perusahaan, serta kepercayaan publik dan investor.

Bagi PT Terminal Teluk Lamong, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menciptakan nilai bersama.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya PT Terminal Teluk Lamong bersama para pemangku kepentingan dalam menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Corporate Communication PT Terminal Teluk Lamong, Dahlia Permata Sari, dalam keterangan resminya.

Menurut Dahlia, keberhasilan program TJSL tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diterima. Lebih penting, program harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan kemandirian ekonomi, serta mendukung keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Program Pengembangan Kelompok Budidaya Kepiting Soka merupakan hasil pemetaan sosial atau social mapping yang dilakukan TTL terhadap masyarakat di tujuh kelurahan yang berada di area ring 1 sekitar wilayah operasional perusahaan.

Pemetaan tersebut menemukan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir. Salah satunya adalah berkurangnya area tangkap nelayan akibat perkembangan aktivitas kepelabuhanan dan menurunnya akses masyarakat terhadap sumber daya pesisir yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

See also  Pelindo Perkuat Digitalisasi dan Standardisasi Layanan Bersama ALFI Jatim

“Melalui social mapping tersebut, kami berupaya memastikan bahwa setiap program TJSL disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Pengembangan budidaya kepiting soka menjadi salah satu solusi alternatif mata pencaharian yang lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan,” kata Dahlia.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. TTL juga memberikan pendampingan guna memperkuat kapasitas kelompok nelayan, meningkatkan keterampilan budidaya, mengembangkan kelembagaan kelompok, serta membuka peluang peningkatan nilai tambah komoditas hasil perikanan.

Dengan pendekatan tersebut, TTL berupaya menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan sekaligus mendukung pelestarian ekosistem pesisir.

CEO BUMN Track, SH Sutarto, mengatakan TJSL & CSR Awards yang telah digelar selama enam tahun berkembang menjadi platform apresiasi sekaligus pembelajaran bagi BUMN dan anak perusahaan BUMN.

Menurutnya, program TJSL saat ini dituntut semakin inovatif, terukur, dan mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Keberhasilan TJSL saat ini tidak lagi diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, melainkan dari besarnya perubahan yang dihasilkan dalam membangun kehidupan masyarakat,” ujar SH Sutarto.

Ia menambahkan, perusahaan yang mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat akan memperoleh kepercayaan lebih besar dari publik maupun investor. Karena itu, penerapan ESG dinilai bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi keberlanjutan perusahaan.

Penghargaan TJSL & CSR Awards 2026 diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menerapkan tata kelola TJSL secara efektif, menghadirkan inovasi program, menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan, serta mengintegrasikan pelaksanaan TJSL ke dalam strategi bisnis perusahaan.

Bagi TTL, penghargaan kategori Gold tersebut semakin memperkuat komitmen perusahaan untuk menjadikan program TJSL sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir di sekitar wilayah operasional. (SZA)