BERITAMU.ID – SURABAYA, 17 April 2026 — Kondisi pasar nikel global menunjukkan tren penguatan pada perdagangan pertengahan April 2026, seiring dukungan kebijakan pemerintah Indonesia serta meningkatnya permintaan dari industri kendaraan listrik.
Harga nikel dunia tercatat berada di kisaran US$18.000 per ton, mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Penguatan ini tidak lepas dari peran Indonesia sebagai produsen utama nikel dunia yang mulai mengatur tata kelola produksi dan harga melalui kebijakan mineral.
Kebijakan tersebut, termasuk penyesuaian formula harga patokan mineral, dinilai mampu memberikan sentimen positif terhadap pasar global. Indonesia yang selama ini menjadi pemasok terbesar, memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan arah harga komoditas tersebut.
Di sisi permintaan, industri baterai kendaraan listrik terus menjadi motor utama. Kebutuhan nikel sebagai bahan baku baterai lithium-ion mendorong konsumsi global tetap tinggi, terutama dari negara-negara industri seperti China dan kawasan Eropa.
Namun demikian, pasar nikel juga dihadapkan pada tantangan berupa potensi kelebihan pasokan. Ekspansi smelter yang masif, khususnya di dalam negeri, berpotensi meningkatkan produksi secara signifikan sehingga menekan harga dalam jangka menengah.
Selain itu, dinamika ekonomi global seperti kebijakan suku bunga, nilai tukar dolar Amerika Serikat, serta perlambatan ekonomi di beberapa negara juga menjadi faktor yang memengaruhi volatilitas harga nikel.
Analis menilai, meskipun saat ini harga berada dalam tren menguat, pergerakan nikel ke depan masih akan cenderung fluktuatif. Pasar akan sangat bergantung pada keseimbangan antara pasokan dan permintaan, serta konsistensi kebijakan dari negara produsen utama.
Dengan kondisi tersebut, nikel tetap menjadi salah satu komoditas strategis yang berperan penting dalam transisi energi global, sekaligus menjadi penopang ekonomi bagi negara produsen seperti Indonesia. (WNM)



